| Seorang wirausahawan muda berkata lesu kepada seorang pelatih olah raga. |
| “Apa masalahmu?”, tanya si pelatih. |
| “Saya selalu antusias bikin rencana. Sampai-sampai bisa menghabiskan waktu berhari-hari.” |
| “Saya desain rencana saya dengan software terbaik dan saya habiskan waktu untuk membuat business plan terbaik. Sampai saya betul - betul puas.” |
| “Tapi selanjutnya, sering terjadi, saya pun jadi tidak lagi punya semangat untuk merealisasikannya. Saya lalu memimpikan lagi rencana bisnis yang lain.” |
| Si pelatih yang menyimak dengan serius dari tadi lalu berkata, “Saya tak tahu soal bisnis. Tapi bagi atlit saya, saya sarankan jangan habiskan waktu untuk pemanasan (warm up)-nya.” |
| “Pertandingan yang sesungguhnya ada di lapangan. Kalau tidak, mereka kehabisan tenaga sebelum bertanding. Saya kok merasa, Anda mirip seperti atlit yang kehabisan tenaga sebelum memulai pertandingan.” |
| Janganlah terkecoh. Banyak orang yang senang dengan planning dan ide-ide. Tetapi, planning tetaplah hanya sebuah pemanasan. Planning bukanlah eksekusi. Planning tidak membawa kita kemana-mana. Planning hanyalah pemanasan bagi eksekusi Anda. Setelah planning, Anda harus segera bertindak. Itulah yang membedakan orang yang hidupnya sukses dan gagal. Orang gagal, banyak yang hanya sesumbar dengan rencana dan ide-idenya, tetapi tidak pernah merealisasikannya. |