| Seorang eksekutif terkenal. Hobinya kolektor pengetahuan. Semua buku dibeli dan dikumpulkan. Totalnya tiga perpustakaan pribadi. |
| Ia selalu bangga. Kalau ada orang membicarakan buku, ia selalu berkata dengan bangganya, “Aku sudah punya bukunya!” |
| Hingga hari tuanya, bukunya semakin menggudang. Tapi, si eksekutif ini sebenarnya tidak semakin cerdas. Hingga mati, buku - bukunya tetap di perpusatakaannya. Masih banyak yang tersegel dan belum pernah terbaca. |
| Ia hanya menambah buku, tetapi tidak menambah pengetahuannya. Kerakusan ternyata bukan hanya dalam materi, tetapi juga pengetahuan. |
| Ingat lho ya... |
| Banyak yang menjadi kolektor pengetahuan, tetapi tidak pernah mencerna pengetahuan yang ia kumpulkan. |
| Kasihan sekali! |