Pages

Metode Tepat Menyeleksi Karyawan

Ketika pebisnis dihadapkan untuk mengelola segala hal termasuk dalam rekrutmen sumber daya manusia, tentunya sangat penting mengetahui cara-cara yang tepat dalam proses tersebut. Kealpaan dalam pengetahuan ini bisa-bisa tujuan rekrutmen tersebut tidak tercapai atau bisa jadi memakan waktu yang panjang.
Pertama kali yang dilakukan setelah berkas-berkas lamaran diterima adalah menyortirnya. Hasilnya, sejumlah calon yang memiliki kualifikasi lamaran sesuai dengan apa yang diharapkan akan lanjut ke tahapan seleksi.
Jika memungkinkan, proses seleksi ini bisa dilakukan dengan menggunakan jasa profesional. Tapi bila pebisnis ingin melakukannya sendiri gunakanlah metode yang sesuai untuk melihat kemampuan calon karyawan.
Misalnya untuk jenis pekerjaan yang tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh ketrampilan dan pengetahuan, maka buatlah simulasi untuk menguji langsung ketrampilan dan pengetahuannya. Sebagai contoh, untuk posisi sebagai koki, calon karyawan bisa diminta untuk langsung memasak.
Observasilah selama karyawan mempraktekan keterampilannya, mulai dari persiapan, waktu pengerjaan, perhatiannya terhadap kerapihan dan kebersihan, sampai pada rasa dan penampilan makanannya.
Sementara itu ada jenis pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk dipraktekkan  secara langsung oleh kandidat. Untuk jenis pekerjaan seperti itu maka metode wawancara bisa digunakan.

Metode wawancara
Mewawancarai calon karyawan bukan berarti kita bisa sembarang melontarkan pertanyaan. Pada tahapan ini juga ada teknik yang perlu diketahui. Galilah sedetil mungkin pengalaman yang dimiliki calon karyawan. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman yang relevan dengan sifat pekerjaan yang dituju.
Ingat, galilah pengalaman yang sudah lampau dan bukan pertanyaan yang mengandai-andai dimana calon karyawan tersebut belum pernah mengalaminya. Mengapa? Menurut hasil riset yang ada, kemungkinan seseorang untuk mengulang hal yang sudah berhasil ia lakukan jauh lebih besar ketimbang sesuatu yang belum pernah ia perlihatkan/lakukan.
Hindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan atau belum terbukti kebenarannya. Misalnya menanyakan warna kesukaan yang kemudian mengasosiasikan warna yang dipilih kandidat tersebut dengan arti tertentu.
Teknik penting lainnya, sampaikan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk pertanyaan terbuka sehingga tidak mengarahkan calon karyawan pada jawaban yang kita inginkan. Misalnya,  pertanyaan “Dari mana ide tersebut muncul” lebih baik daripada pertanyaan “Ide itu dari anda ya”.
Selanjutnya untuk memudahkan dalam mempelajari dan membandingkan antara satu kandidat dengan kandidat lainnya, pebisnis bisa membuat catatan ringkas atau merekam

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...